|
Tahun baru, rencana baru. Begitulah saya biasa memulai tahun baru. Tapi sebelum menjalankan tahun baru, sayapun selalu mengingat apa yang telah saya capai di tahun sebelumnya, apa yang berhasil dan apa yang dapat saya perbaiki. Saya selalu berusaha tersenyum mengingat semua keberhasilan maupun kegagalan saya…walau senyum yang tersungging berbeda-beda. Senyum riang, senyum senang, senyum sedih ataupun senyum getir.. Salah satu niat awal tahun baru yang selalu saya ikrarkan adalah upaya untuk lebih positif dan optimis menghadapi tahun baru ini . Namun niat baik tersebut seringkali memudar seiring berjalannya waktu. Selagi memikirkan cara untuk tetap postif dan optimis, seorang teman menunjukkan website Spontaneous Smiley Project yang sederhana namun unik dan bermakna.
Proyek Spontaneous Smiley yang diprakasai Ruth Kaiser, seorang Direktur Taman Kanak-Kanak dan Artis dari California - Amerika Serikat mempromosikan rasa senang dan optimistik outlook dengan menemukan dan mengabdikan senyum dibalik benda kehidupan sehari-hari. Ia berpendapat bahwa sebuah senyum mengundang orang lain tersenyum balik kepada kita; dan menemukan senyum di balik benda sehari hari akan membuat kita tersenyum pada kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu Ruth tidak mengabadikan senyum manusia, namun senyum tersembunyi di balik obyek-obyek kehidupan sehari hari seperti di balik makanan, pohon, roti, tempat bermain anak-anak … dan bahkan dibalik sampah sekalipun.
Proyeknya dimulai tahun 2008, saat Ruth Kaiser memasukkan foto-foto aneka senyuman ke dalam jaringan sosial Facebook agar anak-anaknya yang telah pergi kuliah dapat terus melihat foto foto senyumannya. Ternyata, idenya menarik perhatian facebooker lain untuk berpartisipasi, hingga Ruth kemudian meluncurkan website www.spontaneoussmiley.com yang dalam kurun waktu delapan bulan telah mendapat dua juta hits! Proyek yang dimulai sebagai hobi pribadi ini sekarang menjadi begitu popular, sehingga diwujudkan dalam buku dan merchandising seperti T-shirt, Topi etc.
Untuk setiap foto senyum yang diupload dalam websitenya Ruth mendonasikan satu dolar untuk operasi anak-anak kurang mampu. Hanya dalam waktu dua bulan, websitenya dapat membiaya operasi pertamanya seharga $250. Usahanya berkembang sehingga kini didanai oleh seorang dokter dan kliniknya. Kini Ruth mencoba menggunakan proyeknya untuk mengajarkan anak-anak sekolah untuk menciptakan pandangan kehidupan positif dengan selalu mencari hal-hal menyenangkan dalam kehidupannya, Dimulai lewat mencari senyum dalam benda-benda kehidupan sehari-hari sang anak, bahkan di balik benda yang tampak tak berguna sekalipun.
Sebuah senyum tulus memang mampu meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Psikolog Carolien Martijn dan Marlies Vanderlinden dari Maastricht University, Inggris menemukan dalam sebuah penelitiannya bahwa orang yang mendapatkan senyum tanda persetujuan dapat merasakan peningkatkan kepuasaan atas penampilan fisiknya, walaupun sebelumnya kurang merasa puas. Mereka seakan mendapatkan social approval lewat senyuman sehingga self esteemnya meningkat. Namun senyuman tersebut harus bersifat tulus, karena senyuman yang tidak tulus cepat terdeteksi apalagi oleh orang yang biasa dikecewakan dalam hidup.
Tidak heran bahwa, proyek spontenous smile menarik perhatian banyak orang. Selain mudah dilakukan, mereka mendapatkan ‘senyuman tulus’ dari kehidupan sehari-hari lewat benda-benda sekelilingnya. Hmmhhhh, sebuah kiat yang cukup mudah dan memang menyenangkan.
Silakan mencoba dan..... SMILE!
|