Tahun Baru Cina atau Imlek atau Sin Tjia tahun ini jatuh pada 14 Februari 2010 atau tahun Harimau 2561. Tahun yang dipercaya oleh kaum Chinese sebagai tahun kekuatan dan kekuasaan.

Tahun Baru Imlek merupakan hari raya yang paling penting dalam masyarakat China. Tradisi ini merupakan perayaan para petani di Cina setelah melewati musim dingin dan mensyukuri permulaan musim baru penuh harapan yakni musim semi yang terjadi tiap tahunnya. Acara utamanya adalah sembahyang kepada Thian, mendoakan arwah leluhur dan perayaan Cap Go Meh. Rumah-rumah dibersihkan dan dihias dengan warna merah meriah dan bertuliskan harapan akan kebahagiaan, rezeki dan umur panjang. Di malam sebelum Tahun Baru aneka hidangan leza disajikan, dari daging babi, bebek, ayam hingga yang manis-manis. Kembang api saling berlomba menghias langit. Pada hari Tahun Baru, kaum muda dan anak-anak akan menyalami dan mendoakan para orang tua dan kerabat yang lebih sepuh, dan menerima angpao - kekhasan Imlek di mana saja di seluruh dunia.

Seorang teman di Singapura menceritakan bahwa Imlek berarti liburan satu minggu penuh untuk perayaan besar-besaran. (tentu saja karena etnis Cina berjumlah lebih dari 50%. Majority rules!) Mengunjungi kerabat dan teman-teman, makan enak dan berbagi angpaw dan hadiah lainnya. Satu yang istimewa di sana, para penerima angpao harus menahan diri dan menaruh hadiahnya di bawah bantal sampai tanggal 15 Tahun Baru. Tujuannya agar mendapatkan keberuntungan selama setahun ke depan.

Di Vietnam lebih unik lagi, di sana orang-orang merayakan tahun baru Tet Nguyen Dan dengan makan enak, bersenang-senang dan yang paling penting, bersikap positif. Menurut mereka, tingkah laku pada tiga hari pertama di tahun baru menentukan nasib mereka sepanjang tahun. Makanya, mereka menghindari pertengkaran, murah senyum dan banyak berbagi hadiah buah-buahan, kue yang terbuat dari beras dan amplop merah berisi uang (tentu saja!) Bersih-bersih rumah adalah keharusan, melunasi hutang dan beli baju baru. Tujuannya satu : memulai awal baru dengan hal-hal positif!

Tetangga depan rumah yang orang Korea mengatakan perayaan Sol, sebutan mereka untuk Tahun Baru tidaklah seheboh di sini atau di Cina dan negara lainnya. Tidak ada kembang api atau barongsai. Biasanya berkumpul dan makan bersama keluarga dan kerabat, berdoa untuk arwah leluhur, memberi angpao pada anak-anak. Berbeda dengan tradisi baju baru pada Imlek, mereka justru memakai baju tradisional lamanya!

Sedang dari dalam negeri, seorang kawan Chinese melukiskan pengalamannya:
Kami akan bangun pagi-pagi lalu menyalakan semua lampu, artinya kita menyambut hoki (peruntungan). Satu hari itu kami tidak boleh menyapu rumah. Buang hoki, kata orang tua. Lalu kita akan pakai baju baru, kalau bisa pakaian dalam juga baru. Di rumah sudah siap makanan yang manis-manis agar kehidupan kita manis terus. Setelah itu kami mengunjungi kerabat yang lebih tua untuk mengucapkan selamat. Yang sudah menikah harus memberi angpao pada anak-anak, pengemis, orang miskin dan lain-lain. Yang paling seru adalah malam Imleknya, kami makan malam bersama bersama sanak keluarga. Terus kita akan pasang kembang api dan nontong barongsai di mal hahaha….

Terlepas dari perbedaan merayakan, ada satu fokus yang sama bagi orang Asia ketika tahun baru menjelang : keluarga. Apa pun negara, agama dan rasnya, tahun baru adalah momen untuk reuni dan
ngumpul keluarga dan kerabat, saat untuk berefleksi dan mengeratkan silaturahmi.

Gong Xi Fat Coi!

 
Nyanyian Kalbu.
Riwayat Hidup Maulana Jalal Al-Din Rumi.
At times when competition strips you naked.
Makna Filosofis 'Life begins at 40'.
Sambut Tahun Macan 2561 Kawan!.
Memenuhi Janji Resolusi.
Seni Menerima.
Lies and More Lies.
Finding Another In Facebook.
Catastrophes.
Perlawanan Dalam Damai.
Sexy books and ...
It’s time to take a ...
The Meaning Of Life
Shift of focal interest...
 
Your Comment
 
SocialTwist Tell-a-Friend