|
Datangnya tahun baru kerap diiringi populernya satu kata: resolusi. Selain keriaan dan kemeriahan persiapan menyambut tibanya tahun baru, banyak juga yang gemar memakai kata-kata ini sebagai bahan perbincangan. Kata “resolusi” yang diserap dari kata “resolution” memilik beberapa arti. Namun arti yang dimaksud dalam penggunaannya seputar penyambutan tahun baru adalah “a firm decision to do or not to do something”, atau terjemahan bebasnya pembulatan tekad untuk melakukan (sesuatu yang baik/bermanfaat) atau berhenti melakukan sesuatu (yang buruk).
Di Amerika resolusi tahun baru sangat populer sampai-sampai pemerintah memiliki situs web bertajuk “Popular New Yer’s Resolutions”. Di dalamnya masyarakat bisa berbagi resolusi apa yang ingin mereka capai di tahun baru. Kebanyakan resolusi berkisar seputar menghilangkan hal buruk seperti: kegemukan, merokok, berhutang dan minum-minum.
Delapan urutan teratas resolusi paling populer adalah: 1) Menurunkan berat badan, 2) Mengatur hutang. 3) Menabung, 4) Mencari pekerjaan baru, 5) Menjadi Lebih Bugar, 6) Menuntut ilmu lebih tinggi, 7) Mengurangi minum alkohol, 8) Berhenti merokok. Mungkin kita sendiri termasuk yang tidak terlalu peduli dengan kata ini. Seringkali jawaban untuk pertanyaan tentang resolusi tahun baru lebih merupakan ‘basa-basi’ tinimbang suatu keputusan yang dipikirkan masak-masak. Faktanya, kita malah sering lupa apa resolusi yang ingin kita capai hanya beberapa minggu setelah kita menetapkannya di awal tahun!
Ada bermacam cara agar kita bisa tetap ingat dan selalu “on track” dengan resolusi yang telah dicanangkan. Yang paling gampang menurut para penasehat motivasi adalah menuliskan apa saja resolusi Anda. Dengan menulis, menurut penelitian, ada sesuatu yang bersifat psikologis yang mendorong kita ke arah tujuan yang ingin kita raih. Selanjutnya kita bisa mencari tempat-tempat untuk menempelkan resolusi tersebut. Disarankan untuk mencari titik-titik yang sering kita tatap dalam aktivitas harian kita. Beberapa tempat di antaranya cermin kamar mandi, kulkas, monitor komputer, termasuk juga di dinding dekat toilet!
Langkah selanjutnya adalah: buat rencana yang rinci. Dengan merinci rencana, kita membuat rencana tersebut menjadi lebih “reachable”. Rincian rencana bisa dalam arti membaginya menjadi rencana kecil atau memecah waktunya menjadi beberapa tahap. Untuk resolusi yang menyangkut keuangan seperti melunasi hutang atau menabung, kita bisa merinci tujuan dengan ‘mencicil’. Contohnya seperti saat kita ingin menabung tabungan sebesar 10 juta rupiah di bank. Tentunya kita harus tentukan berapa jumlah yang ingin kita setorkan setiap minggu atau setiap bulan sesuai kemampuan. Cara ini juga berlaku untuk hutang yang kita punyai.
Untuk resolusi seperti menurunkan berat badan atau berhenti merokok, kita dapat merinci dengan membaginya ke dalam jangka waktu yang lebi kecil. Misalnya, tujuan akhir tahun kita adalah turun berat sebanyak 12 kg. Kita bisa memecahnya menjadi tujuan kuartal, jadi setiap 3 bulan kita harus dapat menurunkan berat sebanyak 4 kg. Demikian juga dengan berhenti merokok. Kita bisa mulai dengan mengurangi sebatang rokok setiap minggu, misalnya.
Jika Anda sudah bisa menetapkan apa saja resolusi untuk tahun ini, satu hal yang perlu Anda latih juga adalah konsistensi atau disiplin. Nah, mumpung masih awal tahun tidak ada salahnya menentukan resolusi untuk tahun ini dan mencoba cara di atas. Kita lihat bersama hasilnya di penghujung tahun nanti, okey?
Selamat mencoba dan Selamat Tahun Baru! |